"Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah dan kena hukum setiap pagi." Mazmur 73:13-14
Ketika kita menjalani hidup dalam kebenaran, menjaga langkah agar tidak menyimpang dari kehendak Tuhan, tidak serta merta hidup kita akan berjalan mulus. Terkadang yang terjadi justru sebaliknya, ketika kita tampil 'beda' dengan hidup menurut kehendak Tuhan, justru kerapkali malah menjadi bahan tertawaan atau ejekan, dipandang sebelah mata, dijauhi dan dibilang sok rohani atau sok suci.
Karena tak tahan dengan cibiran orang, tidak tahan dengan tekanan orang-orang sekitar, tidak sedikit dari kita yang menyerah dan akhirnya memilih untuk berkompromi saja dengan cara hidup dunia atau mengikuti arus yang ada.
Hidup benar dalam Tuhan menjadi hal yang sulit didapati di dunia saat ini. 👉"...orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia." Mazmur 12:2, karena kebanyakan orang hidup menurut kehendaknya sendiri dan menyimpang jauh dari kebenaran. Akibatnya kesalehan hidup mempunyai ruang gerak semakin sempit, yaitu hanya sebatas ketika berada dalam ruang gedung gereja dan pelayanan, sementara di luar dalam hidup keseharian, orang kembali kepada kehidupan lama.
Pergumulan ini juga dialami banyak orang percaya, sampai-sampai berpikir bahwa sia-sia memiliki kesalehan hidup, karena harus mengalami tekanan setiap hari.
Timbullah rasa cemburu begitu melihat keberadaan orang fasik yang sepertinya hidup mujur. 👉"Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka, mereka tidak mengalami kesusahan manusia dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain." Mazmur 73:3-5
Apa pun situasinya biarlah kita tetap hidup dalam kebenaran. Hidup kita telah disucikan melalui pengorbanan Kristus di kayu salib.
Thanks for sharing ferry hs
Tags:
Story

