Semuanya Hanya Oleh Kasih Karunia Tuhan - True Story JSTC 2019

Namaku adalah Riesta aku berasal dari Sulawesi Tengah, didesa Terpencil yang ada di Morowali. Saat ini aku mau bersaksi tentang bagaimana perjalanan hidupku sebelum aku Mengenal siapa Tuhan Yesus secara pribadi.
    Aku terlahir dari keluarga Kristen seutuhnya. Disini aku mau menceritakan bagaimana manis pahitnya aku dalam menjalani hidupku. Sejak dari kecil kira-kira usia kelas 1 SD aku sudah mengalami pengalaman yang dampaknya sangat besar sampai diusia aku yang 20 sekarang. Saat aku berusia itu aku mengalami pengalaman yang tak pernah dapat aku lupakan, bisa dikatakan aku melakukan hal yang tidak baik, kemudian dimarahi oleh ibu dan dinasehati bahwa itu sangat tidak baik dan itu adalah dosa. Itu adalah awal dari semuanya setelah peristiwa itu aku sudah dapat merasakan rangsangan yang sangat kuat yang ada dalam diriku sendiri karena takut dengan ibu aku dan berpikir bahwa jika melakukan hal seperti itu adalah dosa maka tanpa aku sadari aku terjerumus dalam satu masalah adalah sex. Dari usia aku SD sampai kuliah aku terjerumus dalam masalah sex itu hampir setiap hari jika aku tak melakukan ini aku merasa bahwa ada yang kurang. Gejala yang aku rasakan jika aku tidak melakukan malah gelisah, sedih, marah yang pada intinya emosi dalam diriku tidak menentu. Namun setelah aku melakukan, aku selalu merasa MENYESAL dan selalu berdoa pada Tuhan, barjanji bahkan sampai bersumpah dihadapan Tuhan bahwa aku tidak akan melakukannya lagi dengan harapan dengan cara seperti itu aku dapat berhenti untuk melakukan dosa ini.
     Tetapi itu bukanlah hal yang mudah untuk bisa terlepas dari diriku semakin aku beranjak dewasa aku semakin merasa terintimidasi dengan keadaan ini ada bisikan-bisikan kecil diteligaku bahwa aku telah berbuat dosa zinah dan aku akan masuk ke Neraka, itu yang membuat aku semakin tertekan, takut dan aku mencoba mencari cara sendiri untuk bisa lepas. Aku mencoba mencari informasi di internet tentang dosa ini tetapi aku tak mendapat jawaban yang pasti akan hal ini.
      Sampai aku kelas 3 SMA setelah pengumuman bahwa aku di nyatakan LULUS disitu aku memiliki seorang pacar yang tidak lain dia adalah salah satu bagian dari keluargaku dan hubungan kami tidak direstui oleh ayah dan keluarga kami sehingga itu yang membuat aku sangat marah  padahal aku sudah jujur dan sangat sayang pada pacar saya itu. Sampai akhirnya sikap Ayah aku yang sangat keras padaku membuat aku kepahitan dan disitu aku memutuskan untuk melakukan dosa dengan pacar saya tersebut dalam waktu sebulan lamanya. Tetapi itu membuat saya semakin merasa bersalah terhadap ayah dan ibu saya dan saya sangat merasa tidak berarti untuk hidup aku merasa hidupku sangat Najis di hadapan Tuhan. Sampai pada saatnya aku harus memilih untuk masuk kuliah dan disitu aku memutuskan untuk kuliah di PESAT yang berada di Jawa Tengah, Salatiga. Tiba waktu keberangkatan untuk aku ke Jawa sebenarnya aku memiliki teman untuk masuk kuliah tetapi dia tidak mau untuk ikut lagi jadi secara Tekat yang kuat aku memutuskan untuk tetap berangkat walau seorang diri saja. Seiring berjalannya waktu dari semester 1-5 aku terus berjuang kuat untuk melawan kebiasaan dosa itu selama berada dikampus dan hal itu sedikit berhasil tetapi ada disaat waktu tertentu disaat aku merasa sangat down dan aku harus melakukan dosa itu untuk mengontrol emosi aku dan setiap ada doa pelepasan tentang apapun aku selalu berdoa dan menangis dihadapan Tuhan berharap ada mujizat bahwa aku akan lepas dan takkan pernah mengulagi dosa itu lagi.
    Sampai pada akhirnya tanpa sengaja saat itu aku semester 5 dan pelayanan di Jepara disitu aku merasa sangat down dan aku tidak berani terbuka dengan teman tim aku waktu itu sehingga aku memutuskan untuk meminta dukungan dari teman-teman yang ada di Group

“Doa mengubah segala Sesuatu” yang ada di Facebbok disitu aku meminta agar aku memiliki teman untuk dapat sharing akan masalah hidup aku. Dan disitu aku mendapat komen dari salah satu teman di group itu, aku tidak tahu pasti dia siapa tetapi dia memberikan aku nomor WA dari bapak Yosafat H dan aku langsung menghubungi dan sharing akan pengalaman hidupku dan bapak berkata bahwa itu harus didoakan langsung karena itu sangat kuat. Dan tepat tanggal 21 Januari 2020 di Jepara Bapak Yosafat H bersama ibu Yuni datang ketempat aku dan berdoa secara pribadi untukku. Waktu saat bapak dan ibu datang aku merasa sangat takut dan sangat gelisha dalam diriku tetapi aku terus berusaha untuk melawan rasa takut itu dan tiba saatnya bapak dan ibu dan mereka berdoa untuk aku. Saat didoakan aku merasa tubuhku gemetar dan waktu itu ketika didoakan yang paling kuat itu berada tepat didepan tempat dosa tersebut dan dibagian kepala karena menurut aku itu adalah bagian yang memang sangat dominan karena semua yang kulakukan itu berawal dari pikiran dan sampai akhirnya aku harus melakukan dosa tersebut.

         Tetapi setelah selesai didoakan aku merasa ada yang keluar dari dalam tubuh aku dan tubuh aku terasa sangat ringan dan damai sejahtera. Dan untuk saat ini aku berjalan dengan sangat baik menurut aku dan dengan didukung oleh komunitas kampus yang juga aktif dengan kegiatan rohani aku merasa sangat tertolong dan perasaan untuk melakukan dosa itu tetap masih ada dan perjuangan aku untuk melawan itu masih terus berkelanjutan dan akhir kata untuk semuanya adalah “Jangan pernah mengandalkan diri sendiri untuk mau berubah karena itu semua akan sia-sia tetapi cobalah untuk mangambil komitmen bersama Tuhan maka pasti kamu akan bisa” hidupku hari ini adalah hanya untuk Tuhan dan oleh karena Kemurahan Tuhan. Okey GBU selamat membaca dan semoga memberkati. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Segala dosa akan diampuni assalkan kamu mengaku dan mau bertobat dengan sungguh-sungguh aku sudah mengalaminya sendiri dan itu sungguh nyata. Salam Damai dariku untuk semua Parternya Tuhan Yesus.

Kesaksian Hamba Tuhan saat mo pulang



JSTC 2019

Post a Comment

Silahkan berikan komentar anda sesuai dengan konten yang saya bahas diatas. komentar yang tidak relevan, spam, maka tidak akan saya publis.

Previous Post Next Post