Namaku adalah Riesta
aku berasal dari Sulawesi Tengah, didesa Terpencil yang ada di Morowali. Saat
ini aku mau bersaksi tentang bagaimana perjalanan hidupku sebelum aku Mengenal
siapa Tuhan Yesus secara pribadi.
Aku
terlahir dari keluarga Kristen seutuhnya. Disini aku mau menceritakan bagaimana
manis pahitnya aku dalam menjalani hidupku. Sejak dari kecil kira-kira usia
kelas 1 SD aku sudah mengalami pengalaman yang dampaknya sangat besar sampai
diusia aku yang 20 sekarang.
Saat aku berusia itu aku mengalami pengalaman yang tak pernah dapat aku
lupakan, bisa dikatakan aku melakukan hal yang tidak baik, kemudian dimarahi
oleh ibu dan dinasehati bahwa itu sangat tidak baik dan itu adalah dosa. Itu
adalah awal dari semuanya setelah peristiwa itu aku sudah dapat merasakan
rangsangan yang sangat kuat yang ada dalam diriku sendiri karena takut dengan
ibu aku dan berpikir bahwa jika melakukan hal seperti itu adalah dosa maka
tanpa aku sadari aku terjerumus dalam satu masalah adalah sex. Dari usia aku SD sampai kuliah
aku terjerumus dalam masalah sex itu hampir
setiap hari jika aku tak melakukan ini aku merasa bahwa ada yang kurang. Gejala
yang aku rasakan jika aku tidak melakukan malah
gelisah, sedih, marah
yang pada intinya emosi dalam diriku tidak menentu. Namun setelah aku melakukan, aku selalu merasa MENYESAL dan selalu berdoa
pada Tuhan, barjanji bahkan sampai bersumpah dihadapan Tuhan bahwa aku tidak
akan melakukannya lagi dengan harapan dengan cara seperti itu aku dapat
berhenti untuk melakukan dosa ini.
Tetapi
itu bukanlah hal yang mudah untuk bisa terlepas dari diriku semakin aku
beranjak dewasa aku semakin merasa terintimidasi dengan keadaan ini ada bisikan-bisikan
kecil diteligaku bahwa aku telah berbuat dosa zinah
dan aku akan masuk ke Neraka, itu yang membuat aku semakin tertekan, takut dan
aku mencoba mencari cara sendiri untuk bisa lepas. Aku mencoba mencari
informasi di internet tentang dosa ini tetapi
aku tak mendapat jawaban yang pasti akan hal ini.
Sampai
aku kelas 3 SMA setelah pengumuman bahwa aku di nyatakan LULUS disitu aku
memiliki seorang pacar yang tidak lain dia adalah salah satu bagian dari
keluargaku dan hubungan kami tidak direstui oleh ayah dan keluarga kami
sehingga itu yang membuat aku sangat marah
padahal aku sudah jujur dan sangat sayang pada pacar saya itu. Sampai
akhirnya sikap Ayah aku yang sangat keras padaku membuat aku kepahitan dan
disitu aku memutuskan untuk melakukan dosa dengan pacar saya tersebut dalam
waktu sebulan lamanya. Tetapi itu membuat saya semakin merasa bersalah terhadap
ayah dan ibu saya dan saya sangat merasa tidak berarti untuk hidup aku merasa
hidupku sangat Najis di hadapan Tuhan. Sampai pada saatnya aku harus memilih
untuk masuk kuliah dan disitu aku memutuskan untuk kuliah di PESAT yang berada
di Jawa Tengah, Salatiga. Tiba waktu keberangkatan untuk aku ke Jawa sebenarnya
aku memiliki teman untuk masuk kuliah tetapi dia tidak mau untuk ikut lagi jadi
secara Tekat yang kuat aku memutuskan untuk tetap berangkat walau seorang diri
saja. Seiring berjalannya waktu dari semester 1-5 aku terus berjuang kuat untuk
melawan kebiasaan dosa itu selama
berada dikampus dan hal itu sedikit berhasil tetapi ada disaat waktu tertentu
disaat aku merasa sangat down dan aku harus melakukan dosa itu untuk mengontrol emosi aku dan
setiap ada doa pelepasan tentang apapun aku selalu berdoa dan menangis
dihadapan Tuhan berharap ada mujizat bahwa aku akan lepas dan takkan pernah
mengulagi dosa itu lagi.
Sampai
pada akhirnya tanpa sengaja saat itu aku semester 5 dan pelayanan di Jepara
disitu aku merasa sangat down dan aku tidak berani terbuka dengan teman tim aku
waktu itu sehingga aku memutuskan untuk meminta dukungan dari teman-teman yang
ada di Group
“Doa mengubah segala Sesuatu” yang ada di
Facebbok disitu aku meminta agar aku memiliki teman untuk dapat sharing akan
masalah hidup aku. Dan disitu aku mendapat komen dari salah satu teman di group itu, aku tidak tahu
pasti dia siapa tetapi dia memberikan aku nomor WA dari bapak Yosafat H dan aku
langsung menghubungi dan sharing akan pengalaman hidupku dan bapak berkata
bahwa itu harus didoakan langsung karena itu sangat kuat. Dan tepat tanggal 21
Januari 2020 di Jepara Bapak Yosafat H bersama
ibu Yuni datang ketempat aku dan berdoa secara pribadi untukku. Waktu saat
bapak dan ibu datang aku merasa sangat takut dan sangat gelisha dalam diriku tetapi aku terus berusaha untuk
melawan rasa takut itu dan tiba saatnya bapak dan ibu dan mereka berdoa untuk
aku. Saat didoakan aku merasa tubuhku gemetar dan waktu itu ketika didoakan
yang paling kuat itu berada tepat didepan tempat dosa tersebut dan dibagian kepala karena menurut aku itu
adalah bagian yang memang sangat dominan karena semua yang kulakukan itu berawal
dari pikiran dan sampai akhirnya aku harus melakukan dosa tersebut.
Tetapi
setelah selesai didoakan aku merasa ada yang keluar dari dalam tubuh aku dan
tubuh aku terasa sangat ringan dan damai sejahtera.
Dan untuk saat ini aku berjalan dengan sangat baik menurut aku dan dengan
didukung oleh komunitas kampus yang juga aktif dengan
kegiatan rohani aku merasa sangat tertolong dan perasaan untuk melakukan dosa itu tetap masih ada dan perjuangan aku
untuk melawan itu masih terus berkelanjutan dan akhir kata untuk semuanya adalah
“Jangan pernah mengandalkan diri sendiri untuk mau berubah karena itu semua
akan sia-sia tetapi cobalah untuk mangambil komitmen bersama Tuhan maka pasti
kamu akan bisa” hidupku hari ini adalah hanya untuk Tuhan dan oleh karena
Kemurahan Tuhan. Okey GBU selamat membaca dan semoga memberkati. Tidak ada yang
mustahil bagi Tuhan. Segala dosa akan diampuni assalkan kamu mengaku dan mau
bertobat dengan sungguh-sungguh aku sudah mengalaminya sendiri dan itu sungguh
nyata. Salam Damai dariku untuk semua Parternya Tuhan Yesus.
Kesaksian Hamba Tuhan saat mo pulang
JSTC 2019

