Hati Tempat Tuhan Bicara Pada Kita

Kisah 1
Saya dan dokter pernah menasehati papa saya yang batuk, suka makan permen & minum air putih sedikit (tidak sesuai standart kesehatan), kami menasehati agar batuknya bisa segera sembuh, karena batuknya bertahun-tahun tidak sembuh, walau batuknya tidak termasuk parah. Walau di omelin seperti apapun papa saya tetap minum air putih sedikit.

Suatu saat papa saya masuk rumah sakit dan setelah pemeriksaan dari beberapa penyakit yang ada pada papa saya, Dokter mengatakan pada saya bahwa jika sembuh nanti papa saya tidak boleh minum banyak-banyak karena ada serangan jantung dan jika minum banyak akan mengakibatkan air turun ke parau-paru dan sesak nafas, bisa gawat dan meninggal jika itu terjadi.

Kisah 2
Ada seorang anak yang lahir dengan kelainan di pikiran atau biasa disebut kejiwaan, secara fisik normal, cuma tidak bisa berkomunikasi secara manusia normal. Sebut saja namanya A. Dari kecil pihak keluarga sudah berusaha sebisanya untuk mengobati dan mengajaknya bersekolah untuk anak yang punya keterbatasan. Sampai akhirnya ketika mulai dewasa, pihak keluarga menemukan sebuah asrama yang dapat mengajari orang-orang yang punya keterbatasan dan pihak keluarga memutuskan untuk menaruh A disana untuk kebaikan A. 

Tapi A sangat menolak, menangis sekuat tenaga, A tidak mau. Tapi pertimbangan keluarga tetap menaruh paksa A ke asrama tersebut,, demi kebaikan A, karena sudah dewasa juga, mereka pengen A sembuh atau minimal mendinganlah.

Ending:
Kisah 1 adalah kisah nyata keluarga saya, papa saya pass away 2018. Dan saya seperti tersambar petir saat dokter rumah sakit mengatakan kepada saya bahwa papa saya tidak boleh minum banyak, padahal bertahun-tahun saya menasehati dan sempat mengomel untuk minum banyak demi batuknya sembuh. 

Kisah 2 adalah kisah nyata yang saya dapatkan dari cerita sodara saya yang di ceritakan pihak keluarga aslinya. Tidak lama setelah A di asrama tetap meminta pulang, tetap pihak keluarga tidak menijinkan pulang dan tidak lama kemudian A meninggal di asrama tersebut.

Note:
Kisah 1: Dihati papa saya, disitu Tuhan berbicara pada papa saya, untuk minum sedikit saja. Walau ada resiko pengeorbanan akan tetap batuk tetapi umur papa saya tetap berjalan sampai bertahun-tahun kemudian saatnya tiba papa saya baru dipanggil Tuhan. Jika papa saya minum banyak saat saya dan dokter nasehati, papa saya tidak akan panjang umurnya. Makanya papa saya tetap minum sedikit, mungkin papa saya juga tidak mengerti seperti hidupnya dikendalikan otomatis untuk minum sedikit, tapi itulah cara Tuhan melindungi & menyertai papa saya. 

Kisah 2: A meninggal saat itu memang sudah saatnya A dipanggil Tuhan. Tapi sebelumnya pihak keluarga memaksa A tinggal di asrama, itu membuat pihak keluarga A menjadi trauma dan merasa bersalah pada A.

Dari kedua kisah nyata diatas jelas Tuhan berbicara di hati papa saya dan A, bagi saya, dokter, pihak keluarga A maybe tidak akan bisa mengerti, kami bertindak untuk kebaikan papa dan A TAPI Tuhan-lah yang tahu yang terbaik untuk ciptaan-Nya.


Apakah sahabat-sahabat semua pernah menasehati siapa saja dengan mengatakan ini demi kebaikanmu, ini karena saya sayang padamu, LU AUBAN YA? LU GA TAU DIRI YA, ini demi kebaikan LU? dll

Padahal si pendengar menolak, tidak mau mendengarkan semua nasehat kita. 

Percayalah kita-lah yang GA TAU DIRI. Saya pernah salah terhadap papa saya. Saya menasehati papa saya untuk minum banyak tidak batuk lagi, tapi Tuhan mau papa saya  minum dikit supaya panjang umurnya dan Tuhan mengijinkan papa saya tetap batuk.


Kisah Nyata 1 & 2 diatas mengajarkan kepada kita, bahwa jangan memaksa kehendak kita kepada orang lain, karena tiap manusia punya hati, dan setiap hati adalah tempat Tuhan bicara & menuntun langsung setiap ciptaanNya.

Mari kita belajar memberi Teladan lebih banyak daripada menggunakan MULUT apapun alasannya.






Kalau kita orang baik, ujilah kebaikan kita dari:
1. Apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan (baikkah? perlukah? pentingkah?)
2.Dari buahnya, apakah yang kita katakan/lakukan yang baik tadi membuahkan hasil yang baik?

Sebelum menasehati orang lain, belajarlah nasehati diri sendiri, jadilah Terang Dunia, BUKAN nasehati orang lain untuk jadi terang dunia. Itulah pesan Tuhan.

Jangan sampai niat baik kita berbuah petaka dan dosa, tiap kebaikan juga perlu tuntunan Tuhan, Tuhan akan tuntun kita yang mana yang menjadi BAGIAN KITA.

Semoga kedua Kisah Nyata diatas bisa mengajarkan kita untuk Hidup lebih Bijak di hadapan Tuhan, amin.

Post a Comment

Silahkan berikan komentar anda sesuai dengan konten yang saya bahas diatas. komentar yang tidak relevan, spam, maka tidak akan saya publis.

Previous Post Next Post